Arsip

All posts for the month Oktober, 2013

Tugas 2

Published Oktober 25, 2013 by sutinah1

1. Apa yang dimaksud bisnis?

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Definisi bisnis menurut para ahli:

  1. Huat, T Chwee (1990): Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society.

  2. Steinford ( 1979): Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

  3. Griffin dan ebert (1996): “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.

  4. Hughes dan Kapoor: “Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”. Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.

  5. Allan Afuah (2004): “Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry. Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.

  6. Glos, Steade dan Lowry (1996): Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sember daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.

  7. Musselman dan Jackson (1992): Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

  8. Mahmud Machfoed: Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

  9. Brown dan Petrello (1976): “Business is an institution which produces goods and service demanded by people.” Artinya  bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

  10. Steinford (1979): “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people.” Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.  Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU)  dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.

  11. Griffin dan Ebert (1996): “Business is an organization that provides goods or services in order to earn provit.” Sejarah dengan defenisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan prifit atau (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan  laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.

  12. Hughes dan Kapoor: “Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a profit, the good and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within an industry. Maksudnya Bisnis ialah suatu suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industry. Orang yang mengusahan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.

  13. Allan Affuah (2004): Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentranformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.

  14. Glos, Steade dan Lowry (1996): Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

  15. Musselman dan Jackson (1992): Suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktifitas tersebut.

 

2. Faktor-faktor yang mempengarui bisnis diindonesia :

1.Investasi

Investasi mempengaruhi iklim bisnis karena investasi akan memengaruhi jumlah barang modal yang tersedia.  Investasi dapat digunakan untuk pembelian, peralatan-peralatan produksi,dll. Investasi juga berguna untuk persediaan yang meningkatkan penda
patan atau keuntungan di masa mendatang. Contoh :  Sebuah perusahaan melakukan investasi sebagai modal awal untuk membeli pabrik-pabrik, mesin-mesin, peralatan dan bangunan atau gedung yang baru.

2.    Tabungan
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabung akan menentukan kuat lemahnya multiplier tersebut. Semakin banyak tabungan berarti semakin sedikit pengeluaran dan semakin lemah multiplier tersebut.

3.    Pemerintah
Pemerintah berperan sebagai pengelola dalam system bisnis.  Pemerintah mempengaruhi kegiatan bisnis melalui Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal.

a.    Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah kebijakan ekonomi bank sentral dalam mengendalikan atau mengarahkan serta mengatur jumlah uang beredar dalam perekonomian di Indonesia. Kebijakan moneter berkaitan dengan pengelola supply uang untuk meningkatkan atau menurunkan permintaan, mencetak uang, membuat aturan bank, melikuidasi serta mengambil alih bank.
contoh : Pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah melalui operasi pasar terbuka.

b.    Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
contoh : Pajak adalah contoh dari kebijakan fiscal yang mempengaruhi iklim bisnis. Pajak yang nilainya positif akan menyebabkan pendapatan rill makin rendah atau harga barang semakin mahal. Tetapi jika nilainya negatif (subsidi), pajak akan meningkatkan pendapatan rill atau menyebabkan harga output atau input menjadi lebih murah.

4.    Inflasi
Inflasi dapat mempengaruhi iklim bisnis karena Inflasi merupakan kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan berlangsung terus-menerus.
contoh : kenaikan harga BBM juga mempengaruhi harga jual produk-produk industri dan kebutuhan pokok merambat naik. Sebab biaya operasional untuk menjalankan mesin-mesin pabrik menjadi mahal.

5.    Pengangguran
Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.
Jenis-jenis pengangguran :
a.    Pengangguran terbuka adalah penduduk usia kerja tetapi tidak mempunyai pekerjaan baik karena alasan belum mendapat pekerjaan, diberhentikan, atau dibebas tugaskan.
b.    Setengah pengangguran adalah orang yang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh.
c.    Pengangguran terselubung adalah orang yang bekerja di suatu tempat, tetapi tidak dibutuhkan di situ atau bekerja tidak sesuai keahlian.
d.    Pengangguran Siklis adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian.
e.    Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada musim –musim tertentu. contoh : Petani menunggu panen.
f.    Pengangguran Teknologi adalah pengangguran karena adanya kemajuan teknologi sehingga tenaga manusia diganti dengan mesin.
g.    Pengangguran Friksional adalah pengangguran yang bersifat sementara karena adanya kesenjangan pencari kerja dengan lowongan kerja.  contoh : menganggur karena sedang pindah kerja/menunggu panggilan.
h.    Pengangguran Struktural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur ekonomi masyarakat dan kegiatan ekonomi akibat perkembangan ekonomi.
i.    Pengangguran deflasioner adalah pengangguran yang terjadi karena jumlah tenaga kerja lebih tinggi dari lowongan pekerjaan yang tersedia.
j.    Pengangguran voluntary: orang yang sengaja tidak mau bekerja.

Contoh masalah pengangguran di Indonesia:  Jumlah pengangguran terus bertambah dari sekitar 4,5 juta orang atau 5% pada 1997 (menjelang krisis ekonomi), menjadi sekitar 6,5 juta orang atau 7% pada 2000, dan menjadi 9,5 juta orang atau 9,5% pada 2003. Demikian juga jumlah setengah pengangguran meningkat dari 29 juta orang pada 1997 menjadi  sekitar 31 juta orang pada 2000 dan 2003 di Indonesia.

6.  Kualitas Infrastruktur

Kualitas infrastruktur dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat. Kegiatan bisnis dibutuhkan berbagai infrastruktur dan fasilitas yang akan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Contohnya : Misal dalam kegiatan pengiriman barang maupun jasa , untuk meningkatkan kualitas perusahaaan perlu fasilitas transportasi yang memadai, yaitu jalan. mengapa? karena jika kondisi jalan dari tempat yang akan dituju memadai maka kelancaran akan pengiriman barang dan jasa pun akan tercapai. Salah satunya adalah fasilitas jalan tol yang dibangun oleh PT JASA MARGA.

7. Korupsi

Baik yang bersumber dari pemerintah maupun pemda. Korupsi merupakan hal yang tidak asing lagi masyarakat Indonesia bahkan menurut Asia Times Online beberapa tahun silam “Di India, korupsi berlangsung dibawah meja. Di China, korupsi terjadi doatas meja. Di Indonesia, korupsi sekalian dengan meja-mejanya!” betapa memalukan jika kita membicarakan kasus korupsi di Indonesia, beberpa yahun terkhir saja sudah berapa kasus korupsi yang akhirnya terungkap dan jika ditelusuri jauh ternyata banyak melibatkan nama pejabat tinggi negara. Contohnya: Kasus Gayus P Tambunan, pegawai Direktorata Jenderal  (Dirjen) Pajak. Uang senilai Rp. 25 miliar di rekening Gayus dilaporakan ke polisi. Dari salah satu kasus korupsi ini saja bagaimana masyarakat bisa mempercayai pemerintah berlaku jujur dalam mempergunakan uang pajak untuk fasilitas umum tetapi malah digunakan oleh pegawai tinggi negara untuk kekayaan pribadi.

8. Keterampilan dan pendidikan tenaga kerja

 Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu faktor berpengaruh untuk meningkatkan kualitas suatu negara dalam bidang apapun. Jika di suatu negara memilki SDM yang berkualitas , sudah dipastikan bahwa negara tersebut menjadi negara maju. Indonesia berada di urutan kempat untuk negara berpopulasi terbesar, setelah China, India dan Amerika Serikat. Populasi penduduknya menapai 237,6 juta orang pada 2010. Menurut Kepala Badan Kementrian dan Keluaraga Berebcana Nasional Sugiri Syarie, laju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1,49 persen per tahun. ” Artinya, setiap tahun populasi membengkak 3,5 juta hingga 4 juta orang” namun dlamkenyataannya engan kondidi seperti ini, Indonesia tidak mengalami kemajuanlayaknya kemajuan penduduknya. Contohnya : Singapura adalah negara yang hanya memiliki 4,8 juta jiwa, pendapatan per kapitanya US$ 41.430 atau setara dengan 373 juta. Sedangkan tingkat pengganguran negara ini adalah 2 persen, sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia dengan populasi penduduk mencapai 327,6 juta namun pendapatan per kapitanya hanya US$3.543 atau setara dengan RP 31,8 juta dan tingkat pengangguran 6,32 persen atau 7,61 juta orang.

9.Tingkat kriminalitas , pencurian, dan kerusuhan

Ketidakamanan situasi akan memperburuk usaha, karena dengan tingginya tingkat kriminalitas, pencurian dan kerusuhan akan membuat kerugian bagi pengusaha, apalagi yang baru membangun bisnisnya. Kehilangan akan barang akan menimbulkan kerugian yang besar dalam jangka waktu tertentu. Contohnya: Aksi mogok masal para buruh pada Rabi (3/10/2012) Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan (API) Benny Sutrisno menyatakan, perusahaan tekstil menengah keatas masing-masing mengalami kerugian 2 sampai 4 miliar rupiah akibat aksi buruh kemarin . Kerugian tersebut terdiri dari kerugian kesempatan dan biaya.

10. Perizinan Usaha

Pentingnya izin untuk produksi membuat produsen merasa aman akanproduksinya yang tidak bisa di ganggu dengan alsasan ketidak amana dalam berusaha, namun di Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan surat izin tersebut, sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang besar dalam pengurusannya dan pengurusannya menimbulkan kerugian tersendiri secara personal yaitu pemilik perusahaan dan nantinya berujung kecilnya gaji pegawai. Contohnya: Fauzi yang memiliki usaha konveksi ini tidak mengetahui berapa lam proses pembuatan surat izin usahanya. Surait ini sangat penting karena diperlukan untuk mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP). Namun faktanya, dalam proses perizinan suraty domisili tidak dicantumkan kapan selesainya, sehingga pejabta daerah dengan leluasa meminta uang bahkan memeras ke pengusaha.

 

3. PENGARUH BISNIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Dalam kehidupan sehari-hari bisnis berpengaruh terhadap kehidupan yakni dengan kita menggunakan barang/jasa yang ditawarkan oleh para pembisnis kepada kita sebagai konsumen. Pada umumnya kegiatan bisnis dilakukan oleh orang yang sudah memiliki pengalaman di bidang yang dibisniskan orang tersebut.  Namun dengan berkembangnya zaman, orang yang melakukan aktifitas bisnis tidak harus memiliki pengalaman.

Bahkan, kegiatan bisnis sudah merambah di berbagai pihak masyarakat, tidak terkecuali banyak juga ibu rumah tangga, karyawan, bahkan mahasiswa juga banyak melakukan aktifitas berbisnis dalam kesehariannya. Hal tersebut karena dilatar belakangi banyaknya laba yang di dapatkan dari berbisnis.

Salah satu modal utama sebelum melakukan kegiatan berbisnis adalah seberapa besar pihak tersebut ingin melakukan kegiatan bisnis yang akan ditekuninya, serta daya juang pebisnis dalam mem publikasikan barang atau pun jasa yang ingin akan  bisniskannya. Hal itu dikarenakan tidak sedikit para pebisnis memilih mundur dari kegiatan mereka karena merasa laba yang di dapatkan nya tidak sebanding dengan apa yang telah di keluarkannya dalam memulai usaha bisnis tersebut.

Sebenarnya kelangsungan hidup berbisnis dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain keadaan ekonomi suatu negara. Perubahan kondisi tersebut justru dapat mengakibatkan di satu pihak dapat mengakibatkan matinya suatu bisnis yang telah lama, namun di pihak lain justru dapat dipakai sebagai suatu peluang bisnis bagi munculnya usaha baru. Banyak faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup suatu usaha/bisnis, bukan hanya faktor ekonomi saja. Faktor persaingan usaha, regulasi suatu negara, politik, kondisi sosial/budaya, tren, teknologi, dan lain sebagainya dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu bisnis. 

Keberhasilan dan kegagalan di atas merupakan kenyataan yang dapat dialami oleh setiap pengusaha. Dunia usaha berisi dengan persaingan, peluang , tantangan, kegairahan maupun kelesuan yang dapat menyebabkan naik turunnya suatu usaha. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang pengusaha jeli dalam memilhat peluang suatu usaha dan memanfaatkannya, karena dunia usaha yang penuh tantangan dan kegairahan tersebut tidak akan berakhir dengan sukses. 

       

                                                                                                                                                     

                                                                                                                                                                      

Sumber :
 

My blog

Published Oktober 22, 2013 by sutinah1

Tulisan 1

Mimpi-mimpiku.

Setiap manusia yang dilahirkan didunia ini pasti mempunyai mimpi,begitu juga saya,

karena mimpi bisa membuat orang menjadi semangat dalam menjalani hidupnya.

Bermimpilah setinggi-tingginya!

Mimpi terbesarku adalah membahagiakan ibuku.

Bagiku ibuku adalah semangat hidupku

Ibuku segala-galanya untukku.

 

“Semua mimpi kita dapat terwujud,

asalkan kita mempunyai keberanian untuk mewujudkannya.”

                                                                     _ Walt Desney.