Arsip

All posts for the month Juli, 2014

My Profil

Published Juli 13, 2014 by sutinah1

Assalamu’alaikum warahmatuallahi wabarakatuh…

aku
Introduce My self

Nama saya Sutinah, biasa di panggil tina oleh keluarga dan teman-teman saya. Saya lahir di kota Brebes, saya berasal dari keluarga sederhana anak ke-2 dari 3 bersaudara. Sejak kecil saya sudah di didik untuk hidup mandiri, kerja keras dan selalu bersemangat. Menjadi anak ke-2 merupakan tantangan tersendiri bagi saya, karena setelah kakak saya sudah menikah, saya merupakan harapan dan panutan untuk ibu saya dan contoh untuk adik saya. Hobi saya adalah memasak dan perjalanan jarak jauh,karena di perjalanan itu saya menemukan banyak hal, mulai dari orang yang berjualan asongan,kehidupan di bantaran rel kereta api, orang minta-minta dll, semua itu membuat saya tersadar bahwa hidup itu harus di syukuri, hidup di dunia ini itu keras, keras bagi orang yang tak berilmu dan tak punya keahlian, makanya sesusah apapun saya selalu berusaha untuk bisa menuntut ilmu, karena Allah akan meninggikan derajat bagi hamba-hambanya yang berilmu.
Makna Organisasi bagi saya

Sejak SD saya sudah belajar berorganisasi walau hanya sekedar pramuka, lewat pramuka saya merasakan kebahagian tersendiri dalam berorganisasi yang membuat saya ketagihan untuk mengikuti organisasi yang lainnya,setelah masuk SMP saya mengikuti organisasi Pramuka dan KIR (Karya Ilmiah Remaja) sampai SMApun saya mengikuti beberapa organisasi seperti OSIS,Pramuka, dan Teater. Suka dan senang saya lalui saat mengikuti organisasi. Karena bagi saya organisasi melatih diri untuk dewasa.
Masa Perkuliahan

Awalnya saya ingin masuk kebidanan, karena saya ingin menjadi bidan,menolong ibu-ibu yang melahirkan, tapi apalah daya keinginan untuk menjadi bidan tidak didukung oleh ibu saya dengan alasan sekolah kebidanan biayanya mahal, akhirnya masuklah saya di Universitas Gunadarma, mengambil jurusan Akuntansi, awal kuliah saya sangat kaget dengan kondisi yang seperti itu, dosen yang jarang masuk,akhirnya waktu kosong di isi dengan kegiatan mengobrol di kelas berjam-jam,sambil berfikir orang tua saya di rumah bekerja keras untuk bisa menyekolahkan saya, tapi saya di sini hanya mengobrol karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Akhirnya saya berfikir kalau saya terus-terusan seperti ini,akan jadi apa aku kelak?
Lalu saya kembali membuka brosur yang pas PPSPPT di bagikan, tepatnya itu brosur SEF, saya sangat tertarik saat kak Ashabul Kahfi menceritakan tentang SEF, akhirnya saya mendaftar SEF lewat sms. Lalu saat SEF mengadakan acara yang pertama kali saya ikuti,pertama masuk ruangan saya di sambut ramah oleh panitiannya dan saat mengikuti acaranya saya merasakan SEF bagaikan seperti Oase di padang pasir, membuat hati menjadi sejuk,tentram dan bahagia, sampai-sampai hati ini tak sabar untuk mendaftarkan diri menjadi calon anggota SEF. Mungkin terdengar agak lebay,tetapi memang itulah yang saya rasakan. Akhirnya dengan banyak tahapan perseleksian yang saya ikuti,mulai dari mengirimkan CV,wawancara,sampai menjadi Partisipant GSENT.pun saya ikuti karena penasaran dan ingin menjadi bagian anggotanya.
Selang beberapa waktu yang cukup lama,akhirnya hal yang saya tunggu-tunggu itu datang juga yaitu, “open recruitment,untuk menjadi calon anggota SEF” tanpa mempertimbangkan apapun saya langsung mendaftarkan diri melalui sms,dan dengan melalui tahapan-tahapan perseleksian akhirnya saya di nyatakan di terima menjadi anggota baru Shariah Ekonomic Forum lewat pelantikan saat DEI, sungguh kebahagiaan yang tak bisa ternilai oleh apapun, saya bisa berkumpul dan menimba ilmu bersama-sama dengan orang-orang yang hebat, apalagi saat kakaknya bilang bahwa kami disini adalah keluarga, keluarga dengan tujuan yang sama yaitu Surga.
Subhanaallah….

Iklan

Lebih Dekat dengan Al-Qur’an

Published Juli 13, 2014 by sutinah1

Lebih Dekat dengan Al-Qur’an

Al-Qur'an
“ Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan,maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar :17,22,32 & 40)
Ayat ini ditulis berulang-ulang karena betapa pentingnya Al-Qur’an untuk dipelajari, Allah telah memudahkan bahasa Al-Qur’an sebagai peringatan, dan supaya mudah untuk dipelajari.
“Dan sungguh,Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam” (192) “yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin ( Jibril) (193) “ Kedalam hatimu ( Muhammad) agar engkau termasuk orang yang member peringatan, ( 194) “ dengan bahasa Arab yang jelas.”(195) ( QS. Asy- Syu’ara: 192-195)
“ Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya”

_ Allah memelihara Al-Qur’an dengan cara:
– Hamba-hamabanya yang menghafal Al-Qur’an
“ wahai para penghafal Al-Qur’an sesungguhnya Allah Ar-Rahman telah mengistimewakan engkau dengan karunia,mahkota,ruh dan bunga nan sedap aromanya.”

Kenapa kita perlu dekat dengan Al-Qur’an?
Petunjuk bagi orang yang bertakwa.
“ Alif Lam Mim” “ Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (QS. Al-Baqarah:1-2)
“ orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya,mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa ingkar kepadanya,mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS.Al-Baqarah:121)
Obat dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman.
“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman,sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” ( QS. Al-Isra: 82)
Keberuntungan yang besar
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah ( Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan,mereka itu mengharapakan perdagangan yang tidak akan rugi,” ( QS. Fatir: 29)
Kemuliaan Yang Besar
“ dan sungguh, Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu,dan kelak Kamu akan dimintai pertanggung jawaban.” (QS. Az- Zukhruf:44)
Komunitas Terbaik
“ Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
( Bukhari,At-Tirmidzi,Abu-Daud)
Mendapatkan surga yang tinggi
“ bacalah dan naiklah ( ketingkat surge yang tinggi ) dan bacalah dengan tartil”
Membacanya adalah ibadah
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab ( Al-Qur’an) maka baginya satu kebaikan”
Hadiah Terindah untuk kedua orang tua.
“ Barang siapa yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an niscaya pada hari kiamat akan menghadiahi mahkota untuk kedua orang tuanya”
Keluarga Allah SWT
Penutup

Maka dari itu marilah kita membaca Al-Qur’an, jika tidak bisa bacalah 1 juz dalam sehari jika tidak bisa bacalah setengah juz dalam sehari,jika tidak bisa lagi bacalah satu ayat dalam sehari, jika masih tidak bisa lagi, tanyakan pada dirimu sendiri!

Jazzakumuallah Khairon 🙂

Artikel 4

Published Juli 12, 2014 by sutinah1

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah

Sejak akhir tahun 2013, nilai tukar Rupiah terus melemah, bahkan hingga mencapai level diatas 12.000 Rupiah per Dollar AS. Berbagai peristiwa telah diungkapkan oleh pemerintah dan analis ekonomi, disebut-sebut sebagai alasan kenapa Rupiah melemah. Realitanya, Rupiah memang salah satu mata uang terlemah di Dunia, yang nilainya mudah ditekan oleh perubahan kondisi ekonomi, baik di luar maupun di dalam negeri.

sf0_indonesian-rupiah
Perekonomian Yang Kurang Mapan
Rupiah termasuk soft currency, yaitu mata uang yang mudah berfluktuasi ataupun terdepresiasi, karena perekonomian negara asalnya relatif kurang mapan. Mata uang negara-negara berkembang umumnya adalah mata uang tipe ini, sedangkan mata uang negara maju seperti Amerika Serikat disebut hard currency, karena kemampuannya untuk mempengaruhi nilai mata uang yang lebih lemah. Karakteristik khusus mata uang soft currency adalah sensitivitasnya terhadap kondisi ekonomi internasional. Krisis finansial, spekulasi di pasar finansial, dan ketidakstabilan ekonomi bisa mengakibatkan jatuhnya nilai soft currency. Contohnya saat krisis tahun 97/98, ketika perekonomian Indonesia dalam bahaya. Begitu pula, ketika terjadi krisis Subprime Mortgage di Amerika Serikat, Rupiah sempat terkena imbasnya.

Selain itu, sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia berbagi sentimen dengan negara berkembang lainnya. Artinya, ketika sentimen terhadap negara-negara berkembang secara umum baik, maka nilai Rupiah akan cenderung menguat. Sebaliknya, ketika di negara-negara berkembang yang lain banyak kerusuhan, bencana, dan lain sebagainya, maka nilai Rupiah akan melemah.

Pelarian Modal (Capital Flight)
Modal yang beredar di Indonesia, terutama di pasar finansial, sebagian besar adalah modal asing. Ini membuat nilai Rupiah sedikit banyak tergantung pada kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis di Indonesia. Semakin baik iklim bisnis Indonesia, maka akan semakin banyak investasi asing di Indonesia, dan dengan demikian Rupiah akan semakin menguat. Sebaliknya, semakin negatif pandangan investor terhadap Indonesia, Rupiah akan kian melemah.

Mari ambil contoh pemotongan stimulus yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, baru-baru ini. Kebijakan uang ketat (tight money policy) tersebut membuat investor memindahkan investasinya dari Indonesia kembali ke Barat. Selain kejadian tersebut, sudah sering Indonesia mengalami capital flight yang kemudian diikuti oleh pelemahan nilai Rupiah.

Ketidakstabilan Politik-Ekonomi
Dari dalam negeri, faktor yang paling mempengaruhi Rupiah adalah kondisi politik-ekonomi. Di masa-masa ketidakpastian menjelang pemilu sekarang, investor cenderung was-was dan akan menunggu hingga terpilih pemimpin baru untuk menunjukkan sentimen ekonomi yang lebih meyakinkan. Akibatnya, musim menjelang pemilu umumnya ditandai oleh pelemahan nilai Rupiah.

Performa data ekonomi Indonesia, seperti pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product), inflasi, dan neraca perdagangan, juga cukup mempengaruhi Rupiah. Pertumbuhan yang bagus akan menyokong nilai Rupiah, sebaliknya defisit neraca perdagangan yang bertambah akan membuat Rupiah terdepresiasi. Dua sisi dalam neraca perdagangan, impor dan ekspor, sangat penting disini. Inilah sebabnya kenapa sangat penting bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Demikianlah uraian singkat mengenai tiga faktor utama penyebab melemahnya nilai Rupiah. Ketiga faktor tersebut menggambarkan garis besar kondisi Indonesia saat ini. Namun, seiring dengan menguatnya perekonomian Indonesia, niscaya nilai Rupiah juga akan ikut menguat.

sumber: http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=157900&title=faktorfaktor_yang_menyebabkan_rupiah_melemah

Artikel 3

Published Juli 12, 2014 by sutinah1

Tantangan Ekonomi Menanti Sang Pemimpin Baru

Pemilihan Presiden Tahun 2014 telah digelar dan berlangsung dengan damai, sebentar lagi Indonesia akan memilki pemimpin baru yang diharapkan akan membawa negara Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun, presiden terpilih nanti akan dihadapi dengan berbagai masalah bangsa di berbagai bidang, salah satunya yaitu bidang ekonomi yang tengah mengalami tekanan.

Berbagai tantangan yang ada haruslah dapat diatasi dengan berbagai strategi dan kebijakan yang tepat sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas. Secara makro, salah satu tantangan yang harus dihadapi saat ini adalah mengurangi defisit neraca perdagangan dan stabilitas nilai tukar.

Pada bulan April 2014 neraca perdagangan Indonesia sempat mencapai defisit US$200 juta atau sekitar Rp2,2 triliun. Dibutuhkan upaya untuk memperbaiki neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang masih tercatat defisit dan kinerja ekspor perlu ditingkatkan. Sebab, impor Indonesia pun pada saat bersamaan masih sangat besar, sehingga pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini terjadi tak lepas dari kondisi neraca perdagangan Indonesia.

Pemerintah harus dapat mengendalikan impor migas, karena penyebab utama defisit neraca perdagangan Indonesia adalah akiat peningkatan impor migas. Selain itu memberikan insentif kepada bagi produk dalam negeri agar tidak semakin terdesak oleh produk-produk impor. Kemudian menahan impor bahan baku dan mengalihkannya dengan produksi barang yang bernilai tambah.

Selain itu tantangan dalam pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah yang saat ini memiliki anggaran relatif terbatas dalam APBN sehingga diperlukan adanya kerjasama yang lebih baik lagi dengan sektor swata. Tantangan berupa kesenjangan pembangunan, baik antar golongan masyarakat maupun antar daerah timur dan barat yang relatif masih tinggi, perlu secara terus menerus diturunkan. Upaya penurunan kesenjangan tersebut salah satunya telah dilakukan Pemerintah melalui penciptaan lapangan kerja formal, terutama melalui pembangunan industri.

Yang tak kalah penting adalah tantangan yang terkait dengan sejumlah hambatan iklim investasi dan kepastian hukum yang dikeluhkan oleh berbagai kalangan telah menciptakan ketidakpastian, ekonomi biaya tinggi (high cost economy), dan hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkualitas, harus dapat segera ditiadakan. Pemerintah Daerah perlu mendukung upaya Pemerintah Pusat dalam penciptaan kondisi iklim usaha yang kondusif termasuk kepastian hukum tersebut.

Dari sisi sektor keuangan, pelaku pasar menilai kontribusi pasar modal domestik terhadap ekonomi nasional dalam kurun waktu lima tahun terakhir cukup signifikan. Namun tingkat pemanfaatan produk dan jasa pasar modal oleh masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Pemanfaatan pasar modal perlu ditingkatkan karena industri pasar modal punya peran yang sangat signifikan dalam membantu ekonomi nasional, khususnya dari sisi penggalangan dana (raising fund) untuk ekspansi usaha melalui IPO saham, obligasi, dan rights issue.

Pasar modal Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk terus tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia. Sejak 2005 hingga saat ini kapitalisasi pasar Indonesia tumbuh 474,78% menjadi Rp 4.605,47 triliun dari Rp 801,25 triliun. Nilai transaksi harian tumbuh 229,3%, dengan asumsi rata-rata nilai transaksi harian tahun ini sebesar Rp 5,5 miliar.

Namun, dalam proses menjawab semua tantangan tersebut, keberlanjutan lingkungan juga harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan tak terlupakan dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Indonesia perlu berpikir lebih besar, merencanakan dengan matang dan melaksanakan rencana-rencana tersebut dengan cerdas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga tidak ada mata rantai kehidupan yang putus dan mengganggu kehidupan pada masa yang akan datang.

sumber: http://vibiznews.com/2014/07/11/tantangan-ekonomi-menanti-sang-pemimpin-baru-2/

Artikel 2

Published Juli 12, 2014 by sutinah1

PERANAN EKONOMI SYARIAH BAGI WARGA INDONESIA.

Ilmu ekonomi syariah pertama kali berkembang didunia akibat keprihatinan terhadap perekonomian dunia yang menggunakan sistem kapitalis,sosialis,dan ekonomi campuran sistem sistem seperti itu ada sistem yang berkembang menurut pemikiran orang barat,dimana sistem kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang,menjual barang,menyalurkan barang dan lain sebagainya. Didalam sistem kapitalisme terdapat unsur -unsur freedom,self interest,competition. Sistem ekonomi kapitalis muncul setelah eropa memasuki zaman pencerahan yang mulai ada setelah zaman feudal, kapitalisme muncul bersamaan dengan munculnya ideology baru yaitu liberalism. Dampak posistif ekonomi kapitalis adalah mendorong aktifitas ekonomi secara signifikan,
persaingan bebas akan mewujudkan produksi dan harga ke tingkat wajar dan rasional.
mendorong motivasi pelaku ekonomi mencapai prestasi terbaik. Sedangkan dampak negatifnya adalah penumpukan harta individualisme,distorsi pada nilai-nilai moral,pertentangan antar kelas.
Namun diantara ketiga sistem tersebut dinilai tidak sepenuhnya berhasil dalam menangani masalah perekonomian dinegaranya. Sistem ekonomi sosialis atau komando hancur saat Uni Soviet bubar, disusul dengan hancurnya sistem ekonomi komunis dan sosialis tahun 1990-an sehingga melahirkan sistem ekonomi kapitalis yang justru terbukti membawa dampak buruk dimana negara miskin semakin miskin sedangkan negara kaya semakin kaya. Sistem ekonomi kapitalis ternyata gagal dalam meningkatkan kesejahteraan orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006), keserakahan kapitalisme adalah penyebab gagalnya perekonomian Amerika tahun 1990-an.
Akibat dari berbagai kelemahan yang ada pada sistem ekonomi yang telah ada, banyak yang mulai beralih pada sistem ekonomi syariah. Sejak saat itulah ekonomi syariah banyak diperbincangkan dunia. Hingga kini ekonomi syariah terus berkembang di berbagai negara terutama di Asia termasuk di Indonesia. Tujuan pengembangan ekonomi syariah lebih ditujukan untuk mencari sistem ekonomi yang terbaik dan menguntungkan yang mampu menutupi kelemahan-kelemahan sistem ekonomi yang telah ada sebelumnya juga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu Negara.
Sejak di bukanya Gres ( Gerakan Ekonomi Syariah) pada tanggal 17 Oktober 2013 di Lapangan silang Monas menandakan dimulainya babak baru perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.Ekonomi syariah dinilai sebagai jurus jitu dalam menangani krisis ekonomi dunia belakangan ini.
Disamping itu juga ekonomi syariah disebut-sebut sebagai penyelamat warga miskin di Indonesia, karena sebagian besar umat Islam di Indonesia berada pada kondisi ekonomi yang perlu perhatian khusus, artinya secara ekonomi belum memadai untuk pemenuhan berbagai kebutuhan hidup sehari-hari. Demikian juga halnya di sektor usaha yang hampir 90% merupakan pengusaha kecil dan mikro, bahkan masih banyak yang belum memiliki usaha sama sekali, pengangguran dan lainnya. Sehingga perlu adanya pemetaan melalui segmentasi eksistensi masyarakat Indonesia tersebut, agar dapat diupayakan metode pemecahan yang cocok dan tepat guna.
Masyarakat kita di level bawah agak sulit untuk mengakses perbankan karena masalah bank teknis, sehingga dibutuhkan lembaga keuangan yang mampu memenuhi kebutuhan ini. terbukt bahwa ada 58 ribu lebih unit bank mikro atau lkm/s yang ada di Indonesia, sedangkan perbankan sendiri hanya ada seratus lebih, walaupun disisi lain industri perbankan masih menguasai lebih dari 90% total dana yang ada. dari 58 ribu lkm/s dan mikro bank yang ada, terdapat sekitar 3.000 lembaga keuangan mikro syariah atau BMT ( Baitul Mal Wa Tamwil)
Lembaga keuangan mikro syariah atau BMT (Baitul Mal Wa Tamwil) ini ternyata memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan perbankan atau lkm lainnya, karenanya tidak hanya menyalurkan dana secara komersil tetapi juga ada peran sosial di sana melalui baitul maalnya. Sebagai contoh misalnya di Lhokseumawe (Aceh), ada BMT yang membantu permodalan seorang Ibu penjual sayuran di salah satu pasar tradisional di Kota Lhokseumawe dari 500 ribu sampai berkembang menjadi 2 juta tanpa bagi hasil atau margin tambahan, BMT secara perlahan mulai membebankan bagi hasil, ini juga merupakan edukasi bagi UMK agar tidak manja dalam memperjuangkan usahanya untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Di samping itu kedekatan emosional nasabah BMT dengan BMTnya lebih kuat, bahkan semakin lama akan tercipta suasana kekeluargaan. Sehingga peran BMT dalam menanggulangi ekonomi. Walau keberadaan BMT kurang merata di seluruh Indonesia, tapi paling tidak BMT sudah berupaya untuk kesejahteraan umat. Dan munculnya BMT merupakan salah satu bukti perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, selain bank-bank syariah yang kini semakin banyak bermunculan di Indonesia.
Referensi: republika.co.id,

Sertifikat

Published Juli 9, 2014 by sutinah1

1. Seminar Akuntansi Forensik “ No Fraud No Corruption”
Depok,09 November 2013

CIMG0698-crop

2. Seminar Jilbab “ BE DIAMOND”
Depok,07 Desember 2013

CIMG0694-crop
3. Seminar Nasional “ Sharia For Liberty”
Depok,11 Maret 2014

CIMG0693-crop
4. Seminar Nasional “ The Role of Waqf Institution In The World Muslim Development” Depok, 11 Maret 2014

CIMG0700-crop
5. Seminar Nasional dan Olimpiade Ekonomi Islam Nasional GSENT 2014
Depok,11-15 Maret 2014

CIMG0691-crop

6. Internasional Seminar “ Culture Understanding and The Role of IDB Islamic Business and Finance”
Depok,15 maret 2014
CIMG0687-crop

7. Aktualisasi Ekonomi Syariah ( AKSYAR )
Depok,26 Oktober – 24 Mei 2014

CIMG0675
8. Seminar Nasional “ Langkah Cerdas Investasi Reksadana Syariah”
Depok,10 Mei 2014

CIMG0686
9. Peserta Talkshow “ Make Your Business Comes True”
Yang diadakan oleh STEI SEBI di Depok, 8 Juni 2014

CIMG0701-crop
10. Kuliah Informal Ekonomi Syariah ( KIES 2014)
Depok,9 -14 Juni 2014

CIMG0683-crop

11. Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Fiskal ( Compeny Visit ) “ Kebijakan Ekonomi Syariah dan Kerjasama Lembaga Internasional dalam Bidang Ekonomi”
Jakarta, 13 Juni 2014

CIMG0681-crop
12. Piagam Penghargaan Peserta Terpopuler pada Diklat Ekonomi Islam ( DEI )
Depok, 19-22 Juni 2014

CIMG0696-crop

13. Seminar Peradaban “ Membangun Tradisi Ilmu Menuju Peradaban Islam”
Depok, 4 Juli 2014
CIMG0677

Artikel 1

Published Juli 5, 2014 by sutinah1

Ekonomi Terkini 2013:II

Pertumbuhan ekonomi Indonesia atas dasar berlaku meningkat dari IDR 1.975,5 triliun pada kuartal I 2012 menjadi IDR 2.146,4 triliun di kuartal I 2013. Sejalan dengan Produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku, PDB atas harga konstan 2000 juga mengalami peningkatan dari kuartal I 2012 sebesar IDR 633,2 triliun menjadi IDR 662,0 triliun pada kuartal I 2013.

 

Namun, sebagaimana telah diperkirakanoleh GAMA LEI, acuan yang dihasilkan Macroeconomic Dashboard untuk memprediksi keadaan ekonomi Indonesia di masa mendatang, laju pertumbuhan ekonomi kuartal I 2013 hanya mencapai 6,02%, lebih rendah dibandingkan dari periode yang sama tahun 2012 yang tercatat sebesar 6,29% ataupun dibandingkan dengan kuartal IV 2012 yang mencapai 6,1%. Ini sudah kedua kalinya GAMA LEI mampu memprediksi secara tepat mengenai pertumbuhanekonomi Indonesia yang melambat. Padahal saat itu pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan menguat. Bank Indonesia bahkan memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh 6,2% pada kuartal I 2013 karena ditopang investasi dan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat. Selain itu, GAMA LEI juga berhasil mematahkan prediksi Asian Development Bank yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2013 akan membaik dan tumbuh mencapai 6,4%. Kenyataannya, perekonomian Indonesia di kuartal I 2013 justru lebih rendah dari perkiraan para analis, sesuai dengan hasil penelitian GAMA LEI bahwa perekonomian Indonesia di awal tahun 2013 lebih buruk dari tahun sebelumnya.

 

Selanjutnya, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2013 didorong oleh hampir semua sektor kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh sebesar -0,43% (YoY). Sementara itu, sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi secara year on year pada kuartal I 2013 adalah sektor Pengangkutan dan Komunikasi (9,98%), diikuti sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan (8,35%), dan sektor Konstruksi (7,19%).

 

Gambar 1: Laju Pertumbuhan PDB Indonesia Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha, Tahun 2005 – 2013* (YoY, dalam %)

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2013 hanya mencapai 6,02%, tercatat paling rendah dalam tiga tahun terakhir.

Sumber : BPS dan CEIC (2013)

 

Dari sisi pengeluaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2013 bersumber dari permintaan domestik yang menurundan ekspor yang lemah. Konsumsi Rumah Tangga tumbuh melambat sejalan dengan menurunnya daya beli akibat inflasi bahan makanan dan meningkatnya ekspektasi inflasi terkait dengan ketidakpastian kebijakan subsidi bahan bakar minyak. Sementara Konsumsi Pemerintah tumbuh rendah di awal tahun karena masih terbatasnya serapan belanja, khususnya belanja barang. Di sisi lain, investasi cenderung melambat karena prospek permintaan domestik dan internasional yang lemah. Selain itu, investor diperkirakan mulai bersikap “wait and see” sejalan dengan mendekatnya Pemilu. Dengan melambatnya pertumbuhan investasi dan konsumsi, maka impor mengalami kontraksi. Secara year on year, sepanjang kuartal I 2013 Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,17%, Konsumsi Pemerintah 0,42%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 5,90%, Ekspor 3,39%, dan Impor -0,44% .

 

Ada beberapa alternatif kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2013. Salah satunya adalah mendorong percepatan penyerapan anggaran pemerintah yang selama ini masih hanya berkontribusi tipis terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemerintah harus mampu menjaga consumer confidence dari masyarakat dengan menjaga daya beli masyarakat disertai inflasi yangrendah.Pemerintah juga perlu fokus dalam revitalisasi infrastruktur untuk meningkatkan investasi. Hal ini sangat mendesak untuk dilakukan karena investasi tidak semata-mata hanya berkaitan dengan masalah insentif namun juga berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, kelembagaan yang mendukung, serta kondisi makroekonomi yang baik.

 

Gambar 2 : Laju Pertumbuhan PDB Indonesia Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Pengeluaran, Tahun 2005 – 2013* (YoY, dalam %)

Perlambatan PDB Kuartal I 2013 karena ada moderasi pada permintaan domestik dan investasi di tengah pemulihan ekspor yang masih terbatas

Sumber : BPS dan CEIC (2013)

 

Meskipun pertumbuhan ekonomi melamban, tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga Februari 2013 mencapai 5,92% atau turun dibandingkan TPT Agustus 2012 yang tercatat sebesar 6,14%. Begitu juga bila dibandingkan dengan TPT Februari 2012 yang tercatat mencapai 6,32%. Penurunan tersebut sebenarnya tidak terlalu besar, hanya 440 ribu orang, dari 7,61 juta orang pada Februari 2012 menjadi 7,17 juta pada Februari 2013. Apalagi jumlah penduduk setengah menganggur meningkat, tercatat sebesar 12,77 juta orang pada Agustus 2012 menjadi 13,56 juta orang pada Februari 2013.

 

Dari sisi jumlah angkatan kerja, sepanjang Februari 2012 hingga Februari 2013 tercatat peningkatan angkatan kerja di Indonesia sebesar 780 ribu orang, dimana pada Februari 2012 angkatan kerja tercatat sebesar 120,41 juta sedangkan di bulan Februari 2013 jumlahnya naik menjadi 121,19 juta orang. Meskipun jumlah angkatan kerja meningkat, dalam satu tahun terakhir (Februari 2012 hingga Februari 2013) terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,45%.

 

Gambar 3 : Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Indonesia, Febuari 2005 – Febuari 2013 (dalam %)

Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan perbaikan dalam hal jumlah angkatan kerja maupun penurunan tingkat pengangguran, meskipun jumlah penduduk setengah menganggur meningkat.

Sumber: BPS dan CEIC

 

Tingkat partisipasi angkata kerja pada Februari 2013 sebesar 69,2 % menurun tipis dibanding Februari 2012 sebesar 69,66%. Sementara bila dibandingkan dengan Agustus 2012 masih cenderung naik karena pada periode itu tingkat partisipasi angkatan kerja tercatat sebesar 67,88%.

 

Tabel 1 : Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, Tahun 2011 – 2013* (dalam juta orang)

Hinggal Februari 2013, penyerapan tenaga kerja terbesar masih dikontribusikan oleh sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan, dan sektor Industri .

Sumber : Berita Statistik BPS No 35/05/Th.XVI, 6 Mei 2013

 

Dilihat dari struktur lapangan pekerjaan hingga Februari 2013 belum ada perubahan yang signifikan, penyerapan tenaga kerja terbesar masih dikontribusikan dari sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan, dan sektor Industri .

Jika dibandingkan dengan kondisi pada Februari 2012, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2013 mengalami kenaikan terutama di sektor Perdagangan, tercatat naik sebesar 790 ribu orang (tumbuh sebesar 3,29%). Serupa dengan kondisi sektor Perdagangan, jumlah penduduk yang bekerja di sektor Konstruksi pada Februari 2013 juga mengalami peningkatan dibandingkan Februari tahun sebelumnya, tumbuh sebesar 12,95%. Penduduk yang bekerja di sektor Industri juga meningkat, dari 14,21 juta orang pada Februari 2012 menjadi 14,78 juta orang pada Februari 2013, atau tumbuh sebesar 4,01%. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan pada Februari 2013 adalah sektor Pertanian dan sektor Lainnya yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 3,01% dan 5,73% dibandingkan Februari 2012.

 

Sejalan dengan menurunnya tingkat pengangguran di Indonesia, jumlah penduduk miskin turut berkurang. Berdasarkan data terbaru dari BPS, penduduk miskin di Indonesia pada September 2012 sebanyak 28,59 juta orang (11,66%), turun dibandingkan pada Febuari 2004 yang mencapai 36,1 juta orang (16,66%). Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2012, maka selama satu semester berikutnya terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 0,54 juta orang.

 

Namun demikian, perlu diingat bahwa garis kemiskinan yang dipakai pada September 2012 sebesar IDR 259.520 per kapita per bulan, naik sebesar 4,35% dibandingkan Maret 2012, jika dicermati secara kritis tidak mengindikasikan penduduk miskin berkurang. Sebagai ilustrasi, berdasarkan garis kemiskinan yang ditetapkan sebesar IDR 259.520 per bulan, berarti satu keluarga yang memiliki satu orang anak dengan penghasilan tunggal sebesar IDR 800.000 per bulan sudah tidak dikatakan miskin. Padahal, jelas terlihat bahwa kehidupan keluarga tersebut tentu sangat tidak layak.

 

Tabel 2 : Perkembangan Kemiskinan di Indonesia, Tahun 2004 – 2012

Jumlah penduduk miskin di Indonesia telah menurun selama 5 tahun terakhir. Namun, kenaikan harga BBM bersubsidi dkhawatirkan akan menyebabkan jumlah penduduk miskin kembali “meroket”.

 

Tahun

Penduduk Miskin di Indonesia

(dalam juta orang)

(dalam %)

Feb – 04

36,1

16,66

Feb – 05

35,1

15,97

Mar – 06

39,3

17,75

Mar – 07

37,17

16,58

Mar – 08

34,96

15,42

Mar – 09

32,53

14,15

Mar – 10

31,02

13,33

Mar – 11

30,02

12,49

Sep – 11

29,89

12,36

Mar – 12

29,13

11,96

Sep – 12

28,59

11,66

Sumber : Berita Resmi Statistik BPS No.06/01/Th.XVI, 2 Januari 2013

 

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2012 – September 2012, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan dan pedesaan sama-sama mengalami penurunan, masing-masing tercatat sebesar 0,14 juta orang (0,18%) dan 0,40 juta orang (0,42%). Jika jumlah pengangguran dan penduduk miskin turun, pendapatan per kapita Indonesia mengalami peningkatan dari USD 3.004,9 di tahun 2010 menjadi USD 3.596,27 di tahun 2012 (CEIC, 2013).

 

Namun demikian, kondisi ini tidak boleh membuat kita, khususnya pemerintah berpuas diri, apalagi kenaikan harga BBM bersubsidi akan diterapkan dalam waktu dekat. Hal ini tentu saja akan mendorong naiknya harga, termasuk harga kebutuhan pokok masyarakat, dan dikhawatirkan akan berimplikasi terhadap meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia. Meskipun saat ini pemerintah telah memiliki strategi untuk menekan bertambahnya angka kemiskinan di Indonesia akibat kenaikan harga BBM bersubsidi yang rencananya melalui berbagai paket kompensasi, antara lain bantuan langsung masyarakat miskin (BLSM), penyaluran beras bersubsidi (raskin), program keluarga harapan (PKH), serta beasiswa miskin (BSM). Paket bantuan ini ditujukan untuk melindungi masyarakat yang paling rentan terhadap dampak kenaikan harga BBM. Namun keefektifan paket kompensasi ini masih diragukan khalayak ramai. Kompensasi tersebut sering dianggap sebagai manuver partai politik yang kadernya menjabat di sejumlah Kementrian.

 

Tidak ada salahnya kita melihat kembali pengalaman Indonesia di masa lampau pada saat pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dari IDR 1.810/liter pada 1 Januari 2003 menjadi IDR 4.500/liter pada 1 Oktober 2005. Kebijakan tersebut berdampak terhadap daya beli masyarakat. Daya beli terpukul akibat kenaikan sejumlah harga yang dipicu oleh meningkatnya ongkos transportasi. Akibatnya, jumlah penduduk miskin Indonesia turut meningkat tercatat mencapai 39,3 juta orang (17,75%) pada Maret 2006 naik signifikan dibandingkan dengan periode Febuari 2005 yang hanya mencapai 35,1 juta orang (15,97%). Pada saat itu pemerintah juga telah menjalankan program Bantuan Tunai Langsung (BLT) untuk membantu rakyat miskin yang terkena imbas naiknya harga BBM. Namun, upaya tersebut belum memadai untuk mengatasi masalah kemiskinan secara menyeluruh.

http://macroeconomicdashboard.com/index.php/id/ekonomi-makro/119-perkembangan-ekonomi-terkini-2013-ii