Taman Mini Indonesia Indah

Published Juni 14, 2016 by sutinah1

 Beatiful Indonesia Miniature Park 

TMII

Now I will explain about tour object in East Jakarta,Indonesia.

Beatiful Indonesia Miniature Park  is a cultural  tour place because it has many Indonesian cultures of thirty three provinces and present territory pavilion with traditional architecture such as java pavilion, Sumatra pavilion, Kalimantan (Borneo) pavilion, Sulawesi pavilion, the Lesser Sunda Islands,Maluku, and Papua. Examples of Indonesian traditional home are: Joglo and Omah Kudus Javanese houses of Central Java and Yogyakarta pavilion,  Minang Rumah Gadang of west Sumatra pavilion, Malay houses of Jambi and Riau provinces, Torajan Tongkonan and Bugis house of South Sulawesi pavilion, and Balinese house compound with intricately carved Candi Bentar split gate and Kori Agung gate. It also present traditional clothes, wedding clothes, dancing clothes, and artefac etnografi such as traditional weapon, daily tools,and handy craft. These are aim to give a complete informations of traditional live every Indonesian ethnic group. In every provinces pavilions are also completed of stage or auditorium to show many traditional dance ,traditional music show and ritual tradition than usually hold on Sunday.

Some pavilion are complited of café or restaurant that serving kind of Indonesian food. There is also souvenir shop, selling every handy craft, clothes,and the others souvenir. Beside that, there are many kind of praying houses religion in Indonesian such as : Pangeran Diponegoro Mosque, Santa Catharina Catholic church, Haleluya Protestant church, Penataran  Agung Kertabhumi Balinese Hindu temple, Arya Dwipa Arama Buddhist  temple, Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa, Kong Miao Confucian temple.

There are about ten gardens spread within Beatiful Indonesia Miniature Park complex, but most are located primarily on the north and northeast side of the main lake: Orchid Garden, Medical herbs Garden, Cactus Garden, Jasmine Garden, Golden Snail Flower Garden, Fresh Water Aquarium, Bekisar Garden, Bird Park,  Ria Atmaja Park, stage and music performance, Tionghoa culture park, an Indonesian Chinese cultural park,Reptile Park in Komodo Zoological Museum compound. And same recreation facilities such as: The Castle of Indonesian Children , Among Putro kiddy rides park, Handy craft center,Rare books market , Snow bay Water park swimming pool, Telaga Mina fishing pond , Warna Alam outbound camp.

There are fourteen museums at TMII such as: Indonesia Museum, Purna Bhakti Pertiwi Mouseum, Soldier Museum, Indonesian stamps Museum, Heirloom Museum, Transportation Museum, Museum Electricity and Energy, Telecommunication Museum, Sports Museum, Asmat museum, Insects Museum, Research and Technology Information Centre, Oil and Gas museum, East Timor Museum, and there are 4D theater, Tanah Airku Theater and also monuments, Halls,Buildings, and other Exhibits such as : Kala makara main gates, Flower clock, Baluwerti, Sasono Utomo,Sasono Langen Budoyo,indoor stage and theater, Sasono Manganti, Park Management Office, The miniature of Borobudur

In the middle of TMII there is a lake with miniature of the Indonesian archipelago and on the top there are Gondola for see TMII beauty from the top ,just pay Rp. 30.000 you can go up into Gondola.

Iklan

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Published April 15, 2016 by sutinah1

Simple Present Tense

Berfungsi untuk menyatakan suatu pekerjaan,peristiwa,atau kejadian yang terjadi saat ini,atau kejadian yang berulang kali atau merupakan suatu kebiasaan sehari-hari

Rumus:  A:  S +To be (am,is,are)
B:  S + Verb 1 + (s/es)
Contoh:

  1. Kalimat yang menggunakan Verba

(+) He goes to school every morning
(-)  He does not go to school every morning
(?) Does he go to school every morning?
(+) They study English every week
(-) They do not study English every week
(?) Do they study English every week?

(+) The orphan eats porridge every morning

(-) The orphan does not eat porridge every morning

(?) Does the orphan eat porridge every morning?

 

  1. Kalimat yang tidak menggunakan Verba

 
(+) She is very happy
(-) She is not very happy
(?) Is she very happy
(+) He is diligent student
(-) He is not diligent student
(?) Is he diligent student?
Contoh untuk kalimat Aktif dan Pasif pada kalimat verba
Kalimat Aktive

(+) The orphan eats porridge every morning

(-) The orphan does not eat porridge every morning

(?) Does the orphan eat porridge every morning?

Kalimat Pasif

(+) Porridge is eaten by the orphans every morning

(-) Porridge is not eaten by the orphans every morning

(?) Is porridge eaten by the orphans every morning?

Present Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu kejadian perbuatan atau pekerjaan yang sedang berlangsung (terjadi) pada saat sekarang (waktu bicara)

Rumus:  S + To Be (is,am,are) + Verb 1 + (ing)
Contoh:

  1. (+) I am writing the letter now

(-) I am not writing the letter now
(?) Am I writing the letter now?

  1. (+) He is washing his clothes

(-) He is not washing his clothes
(+) Is he not washing his clothes?

  1. Contoh untuk kalimat aktif dan pasif

Kalimat Aktif

(+) The boarder is riding motorcycle to Yogya now

(-) The boarder is not riding motorcycle to Yogya now

(?) Is the boarder riding motorcycle to Yogya now ?

 

Present Perfect Tense

Untuk menyatakan suatu perbuatan,peristiwa,kejadian yang terjadi pada waktu lampau dan masih ada hubungannya dengan sekarang atau untuk menunjukan suatu peristiwa yang selesai pada waktu yang singkat.
Rumus:  S + have/has + been
S + have/has + Verb bentuk III
Contoh :

  1. (+) I have been here since morning.

(-) I have not been here since morning
(?) Have I been here since morning?

(+) He has eaten your bread
(-) He has not eaten your bread
(?) Has he eaten your bread?

  1. Contoh untuk kalimat aktif dan pasif

Kalimat Aktif

(+) A rescuer has evacuated residents from Merapi slope

(-) A rescuer has not yet evacuated residents from merapi slope

(?) Have a rescuer evacuated residents from Merapi slope
Kalimat Pasif

(+) Residents have been evacuated by volunteers from the mountain’s slope

(-) Residents have not yet been evacuated by volunyeers from the mountain’s slope

(?) Have residents been evacuated by volunteers from the mountain’s slope ?

 

 

 

 

 

Tips Membuat Orang Berkata Jujur kepada Kita

Published Januari 8, 2016 by sutinah1
  1. Amati Gerak-Geriknya

Perhatikan gaya bicara, ekspresi, serta bahasa tubuhnya saat dia sedang bicara atau menjelaskan sesuatu. Kamu bisa melihat bahasa tubuhnya yang mencoba meyakinkan kita atau hanya bicara begitu saja dengan nyaman di hadapan kita. Apakah ekspresinya terlihat mengambang dan kurang meyakinkan, ataukah dia nampak lebih menyatu dengan suasana. Kadang orang yang mencoba tenang malah menyimpan misteri tersembunyi. Kamu bisa melihat orang yang memang pembawaannya tenang dan orang yang mencoba menekan kecemasannya dalam ketenangannya.

 

  1. Lemparkan Pertanyaan Pancingan

Bila kamu mulai merasa curiga dengan apa yang kamu dengarkan, coba buat pertanyaan pancingan. Misalnya saat temanmu mengatakan bahwa dia baik-baik saja ketika dia terlihat sedang sangat tidak baik, coba tanyakan tentang kabar keluarga atau hubungan cintanya. Pertanyaan seperti ini akan ‘menyinggung dengan halus’ sehingga pintu pengakuannya akan terbuka. Lama-lama dia akan menceritakan kronologis apa yang ia alami dalam hidupnya.

 

  1. Mengulangi Pertanyaan yang sudah sudah di lemparkan

Ada beberapa pernyataan berulang yang sering dilakukan untuk meyakinkan kita pada sudut pandangnya. Kamu tak harus mengiyakannya, cukup terima dan dengarkan kata hatimu. Tak harus pula mengkonfrontasikan apa yang benar menurutmu. Yang penting jangan mudah terbawa suasana meski kamu berempati akan keadaannya.

 

  1. Bersikaplah sebagai sahabat,jangan mrngguruhi atau menghakimi

Terkadang, kita yang harus sedikit tric dengan keadaan. Cobalah untuk menjadi sosok yang tetap bisa menerima keadaannya dan katakan bahwa apa yang dia katakan tak akan mempengaruhi apapun. Lebih bagus lagi kalau kamu bisa melakukannya dengan tulus karena bisa membuatmu lebih logis dan tidak memihak.

Yang perlu digarisbawahi lagi adalah kita jangan sampai terburu-buru menyimpulkan. Mendeteksi kebohongan itu seringkali susah dan butuh kejelian khusus. Kalau kamu ingin membuatnya selalu berkata jujur di depanmu, kamu juga perlu memperlihatkan sikap terbuka dan jujur padanya.

 

 

 

 

Bulan Bersinar Aku Ingin Bersamamu

Published Januari 8, 2016 by sutinah1

Masyarakat kampung Bojong digegerkan dengan fenomena maraknya perempuan hamil di luar nikah. Warga yang semula tenang dengan kedamain ala pedesaan mendadak resah akibat perbuatan bejad sepasang kekasih yang melakukan seks bebas di kampung Bojong. Di salah satu rumah di ujung desa, sedang duduk seorang kakek bernama Karpin. Karpin salah seorang sesepuh desa menemui salah seorang remaja yang lewat di depan rumahnya.

“Hai kamu sini!…”

“Saya?” Gandhi turut menujuk diri memastikan bahwa dirinya yang dipanggil.

“Ada apa mbah memanggil saya?

“Warga kampung sini sedang geger perempuan hamil di luar nikah itu anaknya siapa? Kamu tahu tidak? Kenapa bisa terjadi kecolongan semacam itu? Dimanah warga pos kamling yang katanya jaga tiap malam? Dimanah anggota karang taruna Guyub Rukun?”

Sederet pertanyaan dari Karpin yang penasaran mengenai berita memalukan ini pada Gandhi. Rasa penasaran Karpin menjadi-jadi. Hampir setiap remaja yang lewat di depan rumahnya ditanya tentang berita buruk itu. Konon kabarnya desa sebelah sudah mengetahui berita yang memalukan dari desa Bojong. Lantas Karpin hendak menemui salah seorang pejabat desa.

“Kalau tidak salah perempuan itu namanya Rani Mbah. Anaknya pak Sukram, warga kampung Bojong yang rumahnya tidak jauh dari balai desa. Kalau kakek ingin tahu, nanti saya antar ke rumahnya”

Dengan rasa penasaran, Karpin ditemani oleh Gandhi menuju rumah Pak Sukram. Di sepanjang jalan tak hentinya Karpin bertanya mengenai berita yang membuat masyarakat geger. Hampir semua pertnyaan Karpin dijawab dengan jelas dan gamlang oleh Gandhi. Gandhi adalah salah satu remaja desa yang menjadi anggota karang taruna “Guyub Rukun”. Karang taruna di desa Bojong adalah karang taruna terbaik di Kecamatan Paguyangan. Jadi setiap permasalahan yang terjadi di kalangan remaja Gandhi pasti tahu, karena hampir semua remaja-remaja di Desa Bojong Gandhi tahu, dan tahu permasalahan yang terjadi, salah satunya adalah kehamilan Rani yang diluar nikah.

Setelah sampai di rumah Rani anak Pak Sukram itu, ternyata rumah dalam keadaaan kosong. Tak terlihat satu orang pun di dalam. Tak nanpak ada kehidupan di dalamnya. Hanya terlihat beberapa perabotan rumah yang masih tersisa. Setelah nunggu 30 menit belum ada tanda-tanda orang di dalam rumah, Gandhi memutuskan untuk meninggalkan Karpin. Akan tetapi Karpin tidak membolehkan meninggalkan dirinya.

“Hai, sepertinya ada yang sedang mengintai kita, coba kamu lihat di balik pohon kelapa yang di sebelah kanan rumah Rani, coba lihat ke bawah! Itu sepertinya kaki seseorang yang sedang mengintip kita di sini”. Kata Karpin meyakinkan Gandhi sebelum pergi. Ternyata sedari tadi di depan rumah Rani, mereka diintip oleh seseorang di balik pohon kelapa. Gandhi bergesas mendekat ke pohon kelapa itu, setelah tahu ada yang mendekat pengintip itu langsung lari.

Perempuan pengintip di balik kelapa itu lari tergopoh-gopoh membawa buntelan kain di tangganya. Nampaknya buntelan itu seperti tas yang berisi pakaian-pakaian terlihat dari cara membawanya yang dikemepit di ketiak. Tak peduli entah apa yang yang terjadi di hadapannya perempuan itu tetap lari. Gandhi yang berusaha mengejar hampir terjatuh tersandung batu krikil yang berada tepat di tengah-tengah jalan. Dengan sigap Gandhi mengendalikan tubuhnya supaya tidak jatuh. Dengan penuh harapan Gandhi bisa menangkapnya.

Di tikungan menuju desa yang akan menuju esa sebelah akhirnya Gandhi dapat mengejar perempuan itu, dan ternya perempuan itu adalah Rani, anak Pak Sukram yang hamil di luar nikah itu, yang telah membuat masyarakat geger. Yang membuat masyarakat resah.

“Kenapa kamu mengintip dari balik pohon kelapa? Kami di rumahmu tidak bermaksud jahat pada keluargamu. Kami tidak seperti orang-orang pada umumnya yang telah melempari rumahmu dengan batu. Kami datang untuk menanyakan baik-baik.”

“Kamu sama sajah dengan mereka, yang tak mau mendengar alasan yang sesungguhnya. Kalian jahat. Aku benci masyarakat ini. Aku benci… aku benci… aku benci kalian semua, masyarakat Bojong terkutuk semuanya.” Dengan nada marah penuh dendam di raut wajahnya. Gandhi hanya bisa diam mendengar perkataan-perkataan yang diucapkan Rani.

“Kemarin malam, tepatnya pukul 08.00 tepat rumah kami dilempari batu oleh orang-orang tak berperi kemanusiaan itu. Mereka dengan kejamnya menyeret-nyeret ayahku. Seperti ajing yang tak beryawa, bahkan seperti bangkai yang busuk. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya binatang-binatang yang hanya menggunakan nafsunya tanpa berpikir dahulu sebelum mengadili keluarga kami. Mereka orang-orang terkutuk. Aku janji pada diriku sendiri, kelak aku akan balas dendam pada mereka. Akan aku bunuh satu per satu diantara mereka.”

Rani tak sanggup membendung kemarahannya, Gandhi menjadi pelampiasan kemarahan Rani akibat perlakuan masyarakat yang main hakim sendiri. Rani perempuan belasan tahun menjadi korban pemerkosaan oleh salah seorang anak orang kaya di desa Bojong. Akan tetapi untuk menutup-nutupi kesalahan itu, dibuatlah berita bohong tetang kehamilan diluar nikah yang dilakukan oleh Rani dan kekasihnya yang kini sedang kesakitan di rumahnya akibat pengeroyokan oleh orang-orang bayaran Sofan, anak orang paling kaya di desa Bojong yang telah menghamili Rani.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Kenapa kalian melakukan perbuatan seperti itu?” Tanya Gandhi meyakinkan informasi yang beredar di masyarakat.

“ketika itu kami sedang ngobrol di depan rumah. Tiba-tiba Sofan dengan teman-temanya datang menemui kami. Rencana mereka menemui ayahku, tapi ayahku sedang keluar. Dia datang dengan marah-marah. Karena mereka datang utnuk menagih utang kami pada keluarga mereka. Setelah mendengar ayahku pergi, kemarahan Sofan semakin tambah garang. Hendra yang tidak terima aku dimarahin Sofan langsung menghajar Sofan. Karena mereka banyak, Hendra malah justru yang dihajar oleh mereka. Setelah puas mereka menghajar Hendra, dua diantara mereka menyeretku ke dalam rumah. Mereka menelanjangiku. Mereka, melucuti pakaianku satu persatu hingga tubuhku tanpa sehelai kain pun. Dengan wajah bringas bak hewan, Sofan langsung menerkamku. Memperkosaku tanpa belas kasihan. Sementara itu, Hendra didudukan di kursi yang berada di kamarku, tangan dan mulut diikat. Hendra hanya bisa menangis melihat aku diperkosa mereka.”

Rani menangis menceritakan semua itu, Gandhi pun merasa iba pada gadis itu dan memintanya untuk diantarkan menemui pacarnya. Hendra sedang berada di rumahnya sedang kesakitan akibat dikeroyok teman-teman Sofan.

***

Setelah menemui Karpin yang berada di rumah Sukram, Gandhi dan Rani langsung menuju rumah Hendra. Dengan rasa letih dan isak tangis Rani menceritakan semua pada Gandhi, bahwa dirinya telah diperkosa dan pacarnya telah dikeroyok oleh Sofan dan teman-temanya. Gandhi tak tinggal diam, setelah dari rumah Hendra berencana akan melaporkan ke polisi.

“Suatu saat nanti mereka akan menerima balasan yang setimpal.” Ucap Rani dalam keadaan marah.

“Jangan kau menyimpan dendam terlalu dalam. Kamu akan merasakan sakit. Biaralah hukum yang bertindak. Ini negara hukum, semua ada peraturannya. Juga kelak nanti dia akan menerima balasan yang setimpal kelak di akherat. Yang terpenting adalah kita meyakinkan pada masyarakat bahwa berita yang mengegerkan itu tidak benar. Itu hanya berita kebohongan yang dibuat-buat oleh Sofan dan teman-temannya.” Gandhi dengan sabar menasihati Rani. Penuh kasih sayang pada Rani.

Dulu, ketika Rani sebelum mengenal Hendra, Gandhi adalah teman baik Rani sejak kecil. Setelah Rani tumbuh dewasa dan mengenal cinta, Gandhi berusaha menjaga perasaan Rani dan Hendra karena mereaka adalah sepasang kekasih. Gandhi tidak mau jadi orang ketiganya.

***

“Hendra, bagaimana keadaanmu? Sudah membaikan?” Sapa Gandhi penuh sembari memegang lengannya yang terluka.

“Aku baik-baik saja Gand, tapi yang aku khawatirkan adalah keadaan Rani sekarang. Aku tidak tahu Rani dimana sekarang.” Jawab Hendra dengan isak tangis yang teramat sedih dan sangat merasakan kehilangan.

“Rani baik-baik saja, dia ada di luar.”

“Sungguh?”

“Iya, tadi dia hendak melarikan diri meninggalkan kampung ini. Tapi aku kejar dan dia berhasil mengurungkan niatnya untuk meninggalkan kampung ini.”

Kehidupan yang beragam di tengah masyarakat perlu adanya kesabaran dan kebersamaan supaya bisa menjalin kehidupan yang sejahtera.

Ibuku Semangatku

Published Januari 8, 2016 by sutinah1

Ibu, ku tau engkau lelah

Ku tau engkau letih,

Dan ku tau engkau tak mampu menahan kerasnya menjadi tulang punggung keluarga

Tapi engkau tak sedikitpun mengeluh bu,

Engkau ajarkan kepada anak-anakmu,bahwa hidup itu harus di syukuri

Walaupun tak jarang juga engkau meneteskan air mata

 

Ibu engkaulah wanita yang hebat,

Wanita yang kuat,

Wanita tangguh

Wanita yang penuh lemah lembut ,

Wanita yang tegar

Dan seorang ibu yang luar biasa membesarkan mendidik ke dua anaknya dengan seorang diri

 

Ibu ku berjanji akan sekuat tenaga membahagiakanmu

Walau ku tau ku tak akan bisa membalas jasa-jasamu.

Ibu engkaulah penyemangat hidupku.

 

 

Ayah

Published Januari 8, 2016 by sutinah1

Aku rindu kasih sayangmu, ayah

Merasakan hangatnya pelukanmu

Aku rindu belaianmu, ayah

Memimpikanmu bagai penawar rinduku

Ingin sekali aku memelukmu lagi,

Walau yang terakhir kalinya

Ayah,

Maafkan aku,

Maafkan aku  belum sempat membahagiakanmu

Membuatmu tersenyumpun aku tak mampu

Karena sang Ilahi telah menjemputmu.

Hanya untaian do’a yang bisa ku berikan

Semoga Ayah bahagia di Surga-Nya

 

 

Surat untuk Ayah

Published Januari 7, 2016 by sutinah1

Dear Ayah

Assalamu’alaikum warahmatuallahi wabarakatuh…

Selamat pagi ayah,apa kabar ayah disitu? Aku ingin berbagi cerita kepada Ayah,boleh kan yah?

Ayah, semalam aku bermimpi ayah menemuiku,tetapi kenapa ayah diam saja?

Kenapa ayah tidak berbicara sedikitpun kepadaku,

Ayah,aku ingin sekali seperti dulu, ingat betul ketika kita jalan-jalan silahturahmi ke rumah kakek,ayah mengayuh sepeda dengan semangatnya sambil memboncengkan aku dibelakang, sesekali aku  tertidur pulas karena begitu lamanya ayah mengayuh sepeda, karena khawatir aku jatuh, ayah sesekali mencubit kakiku agar aku terbangun.

Ayah apakah engkau ingat,saat dulu ayah pulang dari ladang,aku langsung lari menghampiri ayah yang sedang menuntun sepeda tuamu, sambil aku merengek minta dibelikan sebuah boneka, tanpa rasa marah sedikitpun ayah langsung menaruh sepedanya dan bergegas menggendong aku ke tempat penjual boneka,

Ayah,apakah engkau ingat, ketika ibu marah kepada ayah, gara-gara ayah tidak makan masakan ibu dan ayah langsung pergi ke rumah nenek, aku selalu mengikuti ayah dibelakang,

Ayah,apakah engkau ingat ketika engkau akan kondangan,aku selalu menunggu di depan pintu agar aku diajak  kondangan bersama ayah,

Ayah,aku rindu saat-saat bersamamu

Ingin rasanya memelukmu untuk mengatakan Aku merindukanmu ayah